Masih Tertinggi Ketiga Nasional, Perusahaan di Bekasi tidak Bayar sesuai UMK

METRO CIKARANG – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi dipastikan tetap posisi tertinggi ketiga nasional, setelah Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang. 

Senin (15/11) lalu, Dewan Pengupahan menetapkan kenaikan UMK 2020 di Kabupaten Bekasi sebesar 8,51 persen. Kenaikan ini membuat UMK Kabupaten Bekasi naik menjadi 4.498.961 dari yang sebelumnya UMK 2019 sebesar Rp 4.146.126 per bulan.

Hal ini menjadikannya daerah dengan upah mininum tertinggi di Indonesia setalah Kota Bekasi diangka Rp 4.589.708 dan Kawarang yang UMK 2019-nya saja sudah diangka Rp 4.234.01 per bulan.

Ketua APINDO Kabupaten Bekasi, Sutomo mengatakan, ia tidak menutup kemungkinan bahwa ada fenomena di mana perusahaan yang berada di Kabupaten Bekasi tidak membayar upah karyawan sesuai UMK 2019.

“Ya mungkin-mungkin aja (ada perusahaan bayar upah enggak sesuai UMK 2019), tapi APINDO secara keorganisasian tidak pernah mendata itu,” tegas dia, Minggu (17/11).

Artinya, sambung Sutomo, ketidakmampuan perusahaan dalam membayar upah karyawan sesuai UMK 2019 bukan menjadi rahasia. Hal ini lantaran setiap perusahaan memiliki kemampuan keungan yang berbeda ditambah, persaingan global yang semakin ketat.

“Saya enggak pernah mendata itu, saya hanya dengar selintingan saja, walaupun mungkin di lapangan seperti apa saya pikir sama lah Kabupaten dan Kota Bekasi karena ketidakmampuan perusahaan pada saat ini menghadapi persaingan global, inikan banyak hal yang harus dilakukan oleh perusahaan itu sendiri,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *