Lewat Voting, UMK Bekasi Jadi 4,49 Juta

METRO CIKARANG – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi dipastikan tetap posisi tertinggi ketiga nasional, setelah Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang. 

Di mana dalam rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi, angka kenaikan UMK ibukota Cikarang itu naik menjadi 4.498.961 dari yang sebelumnya UMK 2019 sebesar Rp 4.146.126 per bulan.

Hal ini menjadikannya daerah dengan upah mininum tertinggi di Indonesia setalah Kota Bekasi diangka Rp 4.589.708 dan Kawarang yang UMK 2019-nya saja sudah diangka Rp 4.234.01 per bulan.

Diketahui, angka kenaikan UMK 2020 dirumuskan berdasarkan PP Nomor 78 dan surat edaran Menterian Tenaga Kerja (Menaker) bahwa nilai kenaikan diukur dari inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8,51 persen.

Buruh dalam proses pembahasan kenaikan UMK 2020 berpegang teguh, kenaikan UMK harus dihitung berdasarkan survey pasar dengan indikator KHL sesuai undang-undang pengupahan Nomor 13 tahun 2003.

Keputusan dewan pengupahan berujung voting, terdapat dua usulan kenaikan UMK 2020. Usulan pertama sebesar Rp 4.498.961 dan usulan kedua berasal dari unsur serikat pekerja yang menginginkan kenaikan senilai Rp 4.606.913 per bulan.

Hasilnya, suara terbanyak memilih kenaikan UMK 2020 Kabupayen Bekadi pada usulan pertama dengan perolehan suara 19 berbanding enam untuk usulan kedua atau usulan dari serikat buruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *