Ayo Perangi Pencemaran Merkuri dari Penambang Emas Liar

METRO JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berkomitmen penuh untuk memerangi pencemaran merkuri atau raksa (Hg) dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di sepanjang Sungai Batanghari dan beberapa sungai lainnya di Indonesia.

Di mana, langkah awal mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengumpulkan beberapa perwakilan kepala daerah dari empat provinsi; Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Jambi.

Lali, perwakilan Kementerian/Lembaga serta unsur TNI dan Polri untuk membahas konsep awal dalam Rapat koordinasi kerusakan ekosistem akibat penambangan di Sungai Batanghari di ruang serbaguna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (12/11).

Orang nomor satu di BNPB itu prihatin setelah meninjau Bukit Mindawa yang menjadi bekas lokasi pertambangan emas ilegal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada Rabu (6/11) lalu.

Karena menurut dia, maraknya praktik penggunaan merkuri dalam aktivitas pertambangan di lokasi tersebut secara tidak langsung telah menyebabkan rusaknya lingkungan di sepanjang sungai yang mengalir dari Solok Selatan melintasi Dharmasraya.

Bahkan, rusaknya lingkungan oleh pencemaran merkuri itu juga masih dirasakan hingga hari ini, meski Peti tersebut sudah berhenti sejak 2007 lalu.

“Telah banyak tanaman dan pohon yang sudah dicoba untuk ditanam di lokasi ini, namun sudah 12 tahun tidak ada satupun yang berhasil tumbuh,” ungkap Doni.

Selain mencemari lingkungan, merkuri juga membawa masalah kesehatan masyarakat, baik dari ibu hamil, bayi, anak-anak, usia dewasa bahkan lanjut usia.

Sementara itu, Wakil Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution memberikan kesaksian bahwa salah seorang bayi terlahir dengan kondisi tidak normal diduga menjadi korban dari pencemaran lingkungan akibat merkuri dari aktivitas pertambangan emas ilegal di bantaran Sungai Batang Natal yang melintasi wilayahnya. Atas laporan tersebut, BNPB menyalurkan bantuan dari Bank BRI dan pihak lain senilai 100 juta rupiah.

Permasalahan lain yang juga muncul dari praktik pertambangan ilegal tak hanya soal kesehatan dan lingkungan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *