Soal Gelar Sarjana Bupati?, Mahasiswa; Terima Kasih Golkar

METRO CIKARANG – DPD Golkar Kabupaten Bekasi menggelar konferensi pers, pada Senin (4/11) di Kantor DPD Golkar, terkait dengan pemberitaan gelar yang dimiliki Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

“Sengaja kami (DPD Golkar Kabupaten Bekasi,red) menggelar prescon berkaitan adanya isu penyerangan secara pribadi kepada bupati terkait dengan ijasah palsu,” ujar H. Sardi mantan Liaison Officer (LO) pada Pileg 2014 dan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2017 lalu.

Demisioner Wakil Ketua Bidang Humas DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini juga mengatakan, sebagai mantan LO baik pada Pilkada maupun Pileg lalu melakukan verifikasi terhadap calon dengan detil sebelum mendaftarkanya ke KPU.

“Saya dua kali jadi LO, saya sudah mengurus persyartan Calon Bupati dan Wakil Bupati serta anggota dewan dengan detil dari hal yang terkecil seperti KTP, Ijasah bahkan sampai Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN),” kata dia.

Kaitan ijazah Bupati Bekasi, Sardi mengaku, melakukan verifikasi sendiri secara langsug ke Universitas Borobudur. “Pada pilkada 2017 saya sendiri ke Universitar Borobudur saya bertatapan langsung dengan rektornya. Mereka sangat bangga alumni Borobudur mencalonkan Wakil Bupati. Artinya ijasah beliau itu asli,” ungkap dia.

Sementara itu, Mantan Ketua Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bhayangkara Bekasi, Tjandra Tjipto Ningrum mengapresiasi para Politisi DPR Golkar Kabupaten Bekasi, yang langsung melakukan klarifikasi.

Namun dirinya merasa heran beberapa hari ini, soal pemberitaan dikaitkan dengan perkembangan politik di Kabupaten Bekasi. Padahal, dirinya yang sebagai warga Cikarang Barat hanya mempertanyakan nama Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja yang memiliki gelar Strata 1 Hukum lulusan Universitas Borobudur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *