Enam Alat Berat di Kaltara ‘Tertelan Bumi’, BNPB Tegaskan Bukan Likuifaksi

METRO JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama tim dari PT. Pipit Mutiara Jaya melakukan peninjauan lapangan atas peristiwa patahan dari pergerakan tanah yang terjadi di wilayah lahan usaha milik PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Sabtu (2/11).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo meengatakan kegiatan peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan tentang peristiwa longsoran tanah yang sempat diduga merupakan fenomena likuifaksi pada tanggal 29 Oktober 2019 lalu.

“Selain itu, dalam laporan juga diperoleh data korban jiwa dinyatakan nihil/tidak ada tapi ada 6 unit alat berat yang tertimbun di antarany tiga unitvexcavator, satu unit Dozer, satu unit ADT, 1 LV,” ungkap dia kepada Onlinemetro.id, Senin (4/11).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *