Buruh Bekasi Ngotot UMK 4,9 Juta, Apinda Cukup 4,7 Juta

METRO CIKARANG – Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 telah diketuk dan diumumkan secara serentak oleh gubernur masing-masing pada 1 November 2019 lalu. Di mana, Provinsi Jawa Barat mematok UMP tahun depan sebesar Rp 1,8 juta atau naik 8,51 persen atau Rp 1,6 juta (lihat infografis,red)

Lantas bagaimana Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2020 di Kabupaten Bekasi. 

Anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi dari perwakilan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Abdul Bais mengatakan pihaknya sepakat menginginkan besaran UMK 020 naik menjadi Rp 4,9 juta sebulan. Jumlah itu naik 18 persen dari UMK tahun ini yakni Rp 4.146.126.

“Untuk usulan UMK 2020 nanti akan dibawa dalam rapat dewan pengupahan selanjutnya,” kata dia, Minggu (3/11).

Menurut dia besaran usulan kenaikan itu berdasarkan hasil survei yang berpatokan pada 78 komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sesuai hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Nasional atau Depenas.

“Kita berharap kenaikan UMK 2020 itu di atas 15 persen sesuai dengan undang-undang berpatokan survei KHL setiap tahunnya,” kata Bais.

Pembahasan terkait besaran UMK tahun depan di Kabupaten Bekasi sudah mulai dilakukan oleh dewan pengupahan setempat yang terdiri atas Dinas Tenaga Kerja, serikat buruh, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“Sudah mulai dibahas, rapat perdana dewan pengupahan berlangsung Rabu (30/10) lalu namun baru sebatas informasi seputar surat edaran Menteri Tenaga Kerja,” kata Ketua PUK FSPMI PT Epson itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *