Waspada! Modus Tambah Daya Jadi Lahan Bisnis Ilegal PLN

Editor:

“Pertama  petugas atas nama Saefi gegabah menyimpulkan daya lebih karena pemakaian sehingga harus tambah daya. Kok aneh saja, ukurannya apa kami harus tambah daya sementara kami hanya pakai AC dan lampu, ini sangat mungkin PLN mau cari untung karena semua kebijakan perusahaan dibuat untuk datangkan keuntungan sebanyak-banyaknya,” ketus dia.

Menurut Uni, pemaksaan oknum PLN untuk tambah daya ini tentu memberatkannya lantaran penggunaan listrik masih kategori rumah tangga. 

“Kalau sudah tambah daya masuknya industri bukan lagi rumah tangga. Ini kan kami ngontrak, kalau kami setuju tambah daya bisa kena marah yanh punya rumah,” tutur dia. 

Selain itu, sambung Uni, pihak teknisi PLN atas nama Saefi juga tak memenuhi janjinya untuk membantu menyelesaikan listrik padam berturut-turut tersebut.

“Kan sudah janji kalau mati langsung kontak saja. Lalu kami hubungi tuh, malah dijanjikan lagi esok hari datang dengan alasan jaraknya jauh. Ini sudah lima hari dari aduan kami belum datang juga,” tukas dia.

Uni meminta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) hingga penegak hukum mengusut dugaan bisnis ilegal PLN tersebut. 

“Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu banyak jadi korban petugas PLN di lapangan akibat oknum petugas,”kata dia. (hyt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *