Kota Batu Digoyang Angin Kencang, Satu Tewas, Satu Desa Lumpuh

Editor:

Lebih jauh, Agus menambahkan beberapa rekomendasi sebagai rencana tindak lanjut yang telah disepakati ialah dengan mengevakuasi seluruh warga yang berada di Desa Sumberbrantas, menutup jalur lalu lintas Kota Batu menuju Kabupaten Mojokerto via Cangar.

Bahkan, unsur-unsur dan pihak berwajib seperti TNI, Polri, dan Satpol PP mengamankan lokasi terdampak yang ditinggalkan, dan menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak seperti bahan makanan, air mineral, perlengkapan bayi, perlengkapan bersih diri, selimut.

Pihak BPBD Provinsi Jawa Timur sendiri telah mengirimkan personel dan bantuan berupa; Paket Sandang 1300, Matras 250, Tikar 250, Masker 2000, Selimut 250, Peralatan dan keperluan Balita 250, Obat-obatan, Popok Bayi dan Pembalut Wanita.

Menurut hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tambah Agus, fenomena angin kencang tersebut merupakan tanda-tanda peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan atau yang lebih dikenal dengan masa pancaroba.

Adapun ciri-ciri dari angin kencang pada masa pancaroba tersebut pada umumnya bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 45 km/jam atau lebih. Sedangkan sifat hempasannya bergerak secara horisontal dengan durasi panjang dan berpotensi menimbulkan dampak kerusakan.

“Angin pada masa pancaroba dapat berlangsung hingga lebih dari sepekan. Jika melihat tanda-tanda angin kencang yang sudah terjadi sejak awal Oktober, maka diperkirakan periode tersebut tidak berlangsung lama seiring dengan bergantinya cuaca ekstrem lainnya,” tukas dia. (*/hyt)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *