Ini Cara Sumedang Benahi Akuntabiltas Kerja

METRO JAKARTA – Sejumlah instansi pemerintah terlihat berbondong-bondong ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Mereka meminta bimbingan dan masukan untuk mendongkrak akuntabilitas kinerja instansinya masing-masing termasuk Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PANRB M. Yusuf Ateh mengapresiasi Kabupaten Sumedang memperbaiki predikat SAKIP yang diperoleh. “Kalau Pemkab punya komitmen, kita akan bantu bimbing untuk mempertanggungjawabkan setiap anggaran yang diserap atau dikeluarkan,” kata dia.

Artinya, sanbung dia, dirinya rutin memberikan pendampingan kepada setiap pemerintah daerah guna menggelorakan perubahan di masing-masing daerah. Hal ini dilakukan agar seluruh program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran.

Menurut dia, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) diperlukan untuk mewujudkan birokrasi yang akuntabel, efektif, dan efisien. “Penerapan SAKIP memastikan anggaran hanya dipergunakan untuk membiayai program ataupun kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan,” bilang Ateh.

Ateh menegaskan komitmen kuat dari pimpinan instansi pemerintah merupakan faktor terpenting dalam mengimplementasikan SAKIP. Pimpinan harus mengubah pola pikirnya sehingga nantinya program dan kegiatan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan manfaat.

“Kabupaten Sumedang harus mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang ada, efisiensi, dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana seluruh jajaran ini mengubah mindsetnya, karena itu semua tidak mudah. Perlu proses, kemauan, dan motivasi tinggi, sehingga kedepan betul-betul anggaran yang ada terserap dengan baik dan yang terpenting memberikan manfaat,” pungkasnya.

Dalam implementasi SAKIP, tidak hanya melihat penyerapan anggarannya, melainkan bagaimana anggaran dapat bermanfaat bagi masyarakat. Apabila masih ada program yang belum tepat sasaran, akan dilakukan cross cutting program yang kurang sesuai, untuk kemudian dialihkan melalui refocusing program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *