Anggaran Rawat Gedung Pemkab Bekasi Besar, Kok Dibiarkan Banyak Rusak

METRO CIKARANG – Kerusakan atap dan plafon di sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) seperti dibiarkan dengan sengaja oleh Bagian Umum Setda Kabupaten Bekasi.

Hal itu diungkapkan Koordinator Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Daerah (LP3D) Bekasi, Rahmat Effendi, (13/10).

“Saya melihat perawatan gedung harus dicari solusi yang komprehensif. Kan sayang sudah dibangun miliaran dibiarkan rusak tanpa perawatan,” tegas Rahmat.

Menurut dia, tiap tahunnya anggaran hampir setengah miliar untuk perawatan gedung perkantoran bupati Bekasi. Namun begitu, tak pernah terserap penuh sampai 100 persen. 

“Tahun ini yang masuk kategori terparah, karena dari data yang kami miliki serapan anggaran Bagian Umum paling buncit di Setda Bekasi,” kata Rahmat.

Ia melanjutkan Bagian Umum menerima kucuran dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2019 sebesar Rp 61,9 miliar dengan 41 kegiatan. Di mana, sampai September ini baru terserap 34,36 persen dari 17.35 persen untuk kegiatan fisik. “Itu sudah termasuk biaya perawatan gedung ya. Tapi kok kayak gak kelihatan malah banyak yang rusak,” ucapnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *