Nenek Paruh Baya Dizolimi Oknum Desa dan Camat?

METRO CIKARANG – Seorang nenek paruh baya yang berusia 90 tahun, Dami, yang tinggal di kampung Parunglesang, RT03 RW05, Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, merasa didzolimi oknum Desa Pasirranji dan Kecamatan Cikarang Pusat.

Sukowati. S. Pakpahan selaku Kuasa Hukum Asep Jamal (anak ibu Dami) mengatakan, ada kesalahan yang diduga secara sengaja dilakukan oknum Desa Pasirranji, menulis nomor persil dan luas objek tanah yang salah. Yaitu pada saat pengurusan akta jual beli tanah (AJB) atas nama Asep Jamal, yang dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) Kecamatan Cikarang Pusat.

Dia menduga kesalahan penulisan nomor persil dan luas pada AJB ada unsur kesengajaan, karena dari 9 lembar data pendukung AJB ditemukan 8 lembar ditulis secara jelas dengan nomor persil dan ukuran luas yang salah.

Suko sapaan akrabnya menjelaskan, setelah terjadi kesalahan yang dibuat oknum desa, pihaknya yang ingin meminta perbaikkan harus menulis permohonan perbaikkan AJB. Namun, proses perbaikkan tersebut dipimpong kepala desa dan camat Cikarang Pusat.

“Kami juga diminta menulis permohonan perbaikan AJB yang salah dan setelah kami ajukan pada 12 September 2019 kami pun menyerahkannya kepada kaur desa yang sekatanya sudah diserahkan kepada Kepala Desa Pasir Ranji,” kata Suko.

Dikatakan Suko, ada kesengajaann yang  dilakukan oknum kaur desa inisial JM yang diduga bekerja sama dengan oknum kepala desa WS, dimana nomor persil dan luas ditulis dengan nomor persil 145 dan luas 850 m2.

Sedangkan data yg sebenarnya sesuai C pada lokbook desa tertulis Nomor persil 146 dengan luas 830 m2, kesalahan tersebut ditemukan pihaknya yang menjadi dasar salahnya penulisan pada AJB produk PPATS yg dikeluarkan Camat.

“Setelah kita beberapa kali ketemu di desa, bahwa kaur desa Jaja Miharja akhirnya memberikan pernyataan, bahwa itu adalah salah menulis dan pada hasil rapat juga Kepala Desa Wardi Sunandar juga mengakui ada kesalahan penulisan pada nomor persil dan ternyata nomor persil 145 tidak ada. Saksi saat itu staff desa intah, Jaja Miharja dan Kepala desa,” bebernya.

Dijelaskan Suko, pada 30 September 2019 lalu kuasa hukum datang ke Kantor Kecamatan Cikarang Pusat, menemui Endin Samsudin dan secara formal menyampaikan permohonan perbaikan AJB produk PPATS yang dikeluarkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *