Kinerja Disnaker Bekasi Disoal soal Data tak Valid, TKA Ilegal Bisa Marak

Editor:

Mengingat, mempekerjakan TKA harus membayar kompensasi ke negara 1.200 dolar per tahunnya.

“Jadi tidak semua IMTA yang diterbitkan Kemenaker bisa diperpanjang di Kabupaten Bekasi. Kemudian, mengapa pihak Disnaker tidak berkenan menjelaskan jumlah dan nama-nama perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi,” tandasnya. 

Sementara itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi, Sutrisno mengatakan jumlah WNA yang berada di Kota dan Kabupaten Bekasi mencapai kurang lebih 6 ribu orang. Mereka terdiri dari TKa berikut anak dan istrinya, pasangan WNI dan pelajar atau mahasiswa.

“Kalau TKA-nya nggak sampai dua ribu dan paling banyak di Kabupaten Bekasi kira-kira tiga perempatnya. Sementara di Kota Bekasi cuma satu perempat. Kan sentra industrinya ada di Kabupaten Bekasi, jadi banyaknya memang disana (Kabupaten Bekasi-red),” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, pejabat Disnaker Kabupaten Bekasi belum merespon soal transparansi TKA dan IMTA. (jio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *