Karawang-Cikarang Masuk Metropolitan

METRO JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjelaskan bahwa Indonesia akan meredefinisi konsep metropolitan dalam penataan perkotaan.

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan redefinisi tersebut akan dilakukan berdasarkan data yang akan diambil menggunakan data besar dalam teknologi digital.

“Kita akan melihat berapa jauh jangkauan kota inti yang berhubungan dengan kota sekelilingnya,” jelas Menteri Bambang dalam diskusi di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin (3/10).

Menurut dia, pendataan akan menggunakan big data yang berasal dari telepon genggam masyarakat untuk mengetahui seberapa banyak dan sering jumlah masyarakat dari sebuat kota menuju kota utamanya.

Menteri Bambang memberi contoh masyarakat Jakarta kini tidak hanya berasal dari Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor saja, tetapi sudah meluas ke Cikarang, Karawang, Serang, dan Cipanas.

“Dengan big data nanti terlihat lalu lintas orangnya yang tinggal di suatu kota dan bekerja di kota inti kemudian kembali lagi ke kota asalnya pada malam hari,” urai Menteri Bambang.

Melalui pendataan tersebut, akan terlihat kota mana yang layak masuk ke dalam kawasan metropolitan Jakarta.

Selain metropolitan Jakarta, Menteri Bambang mengatakan pemerintah juga sedang mengembangkan 9 kawasan metropolitan lainnya yaitu Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Banjarmasi, Denpasar, Makassar, dan Manado.

“Kita sudah mengidentifikasi 10 daerah tersebut area metropolitannya sudah menyebar,” tambah dia.

Menteri Bambang menjelaskan setelah selesai melakukan pendataan untuk redefinisi metropolitan, pada tahun depan akan dilakukan pembicaraan dengan Kementerian Dalam Negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *