Bekasi Jadi Zona Merah Tempat Singgah Teroris

METRO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi patut waspada. Pasalnya, kawasan itu menjadi sasaran tempat singgah kelompok teroris di Pulau Jawa.

Hal itu diungkapkan Pengamat Terorisme Universitas Indonesia (UI) Al Chaidar. 

Dia mengatakan, seringnya Kabupaten Bekasi dipakai sebagai tempat persinggahan kelompok radikal karena cakupan wilayahnya sangat luas. Sedangkan jumlah penduduk di sana masih sangat sedikit.

“Jadi tempat singgah favorit bagi teroris. Karena masih ada kawasan yang tidak dipadati penduduk. Wajar karena daerahnya masih setengah kampung atau belum modern,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Tidak sampai disana, Chaidar menjelaskan, dari beberapa penelitian ada sejumlah penyebab bagi teroris membuat Kabupaten Bekasi sebagai tempat favorit dan aman untuk bersembunyi dan menetap. Di antaranya, tidak adanya pendataan atau operasi yustisi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, budaya individualistis dari masyarakat terhadap pendatang baru, sampai tidak pesatnya laju pembangunan.

Faktor tersebut membawa kemudahan bagi kelompok radikal untuk merancang pergerakan teror ke pusat Ibu kota negara. “Sedikit agak kurang rapi administrasi kependudukannya,” kritiknya.

Menurut dia, jika hal ini dibiarkan terus, maka bukan tidak mungkin menjadi zona merah tempat singgah kelompok teroris. Dan ini akan membuat masyarakat di wilayah penyanggah DKI Jakarta tersebut akan dihantui ketakutan.

Untuk mengatasi itu, Chaidar menyarankan Pemkab Bekasi memperketat program yustisi atau pendataan pendatang baru di tingkat RT. Kemudian, kata dia, juga mengevaluasi pertambahan penduduk baru dari berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *