Tugas Numpuk, Wakil Dilupakan

*Bupati Eka Tegaskan Belum Ada Rekomendasi Koalisi Partai

METRO CIKARANG – Sengkarut kekosongan jabatan wakil bupati Bekasi makin berkepanjangan.

Kemarin (19/9), Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang genap 100 hari kerja kembali dapat tambahan tugas baru.

Ya, dia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bekasi pada Musda ke-X Masa Bakti 2019-2024  di Bandung.

Informasi yang dihimpun Cikarang Ekspres, Eka Supria Atmaja dalam menjalankan roda pemerintahan sendirian tanpa seorang wakil alias one man show.

Ditambah segudang pekerjaan di luar pemerintahan pun membebaninya. Mulai dari Ketua Persikasi dan Ketua BNN Kabupaten Bekasi yang seharusnya dipegang wakil bupati Bekasi.

Akibat kekosongan ini, masyarakat juga yang menjadi korban karena proses pembangunan dan roda pemerintahan menjadi tidak optimal, karena seorang bupati jelas tidak bisa mengemban tanggung jawab berat sebagai kepala daerah seorang diri alias jomblo.

Sesuai aturan main yakni UU Pilkada, mekanisme pengisian kekosongan jabatan wakil bupati dilakukan melalui pemilihan oleh DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari parpol atau gabungan parpol pengusung. Namun dalam kenyataannya, ini menjadi sulit karena proses politiknya bisa terjadi tarik ulur dan justru disengaja terutama oleh Bupati. 

Walau dalam menjalankan roda pemerintahan, posisi wakil bupati tentu tidak menjadi kewajiban untuk menjalankan program maupun janji-janji politik sang kepala daerah. Akan tetapi, posisi ini cukup penting dalam memberikan pengawasan dan peringatan kepada kepala daerah jikalau ada sesuatu yang cukup mengganjal.

Menurut Eka, pihaknya tidak melupakan posisi wakil bupati. Namun begitu, kata dia, partai koalisi belum menyerahkan surat rekomendasi kursi wakil bupati untuk mendampinginya dalam menjalankan roda kepemerintahaan.

“Ya kemarin saya sudah mengirim surat ke DPRD Kabupaten Bekasi maupun DPRD Provinsi Jabar, bahwa dalam hal ini belum bisa menyampaikan calon wakil bupati ke DPRD. Karena ada beberapa partai pengusung yang belum memberikan rekomendasi terhadap dua calon yang sama, ” kata dia kepada Cikarang Ekspres, kemarin (19/9).

Eka melanjutkan rekomendasi baru dari Partai Golkar. Dan itu masih jadi kendala, karena belum memenuhi syarat untuk memberikan rekomendasi dua nama ke lembaga legislatif.

“Hari ini partai pengusung belum memberikan dua nama rekomendasi dari DPP partai pengusung,”tegasnya.

Sekretaris Hanura Kabupaten Bekasi,  Agus Nur Hermawan membantah pernyataan orang nomor satu di Bekasi ini.

Karena menurut dia, rekomendasi Hanura untuk nama calon wakil bupati sudah diserahkan.

“Sudah terbit SK.  Kita mengusulkan satu nama yaitu Akhmad Marjuki,” tegas Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *