Sumsel Masuk Enam Besar Lahan Terbakar, Ini Data Lengkapnya…

METRO PALEMBANG – Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melansir luas areal yang terbakar di delapan provinsi di tahun 2019. Di mana, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tertinggi dengan 108.368 hektar dan Sumatera Selatan (Sumsel) terbesar keenam, seluas 7.109 hektar di tanah mineral dan 4.717 hektar di tanah gambut.

Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan urutan kedua dipegang Provinsi Riau. Lalu, Kalimatan Tengah, Kalomantan Barat dan Kalimantan Selatan, Sumsel, Jambi dan Jawa Timur.

“Meskipun NTT luas lahan terbakarnya yang terbesar, namun terbakarnya di lahan mineral bukan di lahan gambut”, terang dia saat memimpin rapat kordinasi penanganan Karhutla di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan, di Palembang (24/9).

Ia mengingatkan kembali potensi bencana yang terjadi. “Poinnya adalah kenali ancamannya, siapkan strateginya. Ketahui masalahnya dan carikan solusinya” tegasnya.

Selanjutnya kembalikan fungsi gambut, yang tetap harus berair, berlahan basah, dan rawa. Gambut berasal dari kayu dan daun yang kering selama ratusan tahun. “Kedalaman gambut di Indonesia bervariasi bahkan ada yang sampai 36 meter,” jelas Doni.

Ancaman permanen harus ada solusi permanen dengan merubah perilaku masyarakat. Sosialisasi terpadu Pentahelix, meningkatkan kapasitas penyuluh lapangan dan hidup bersama rakyat.

Sementara itu, Dansatgas Karhutla Sumatera Selatan (Sumsel) Kolonel Arh Sonny Septiono mengatakan wilayah Sumsel memiliki lahan gambut terbesar kedua setelah Riau di Pulau Sumatera. Sehingga Satgas Karhutla selalu disiagakan, dengan dukungan 12.922 satgas gabungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *