KPK Pungut Sewa Stand PRB Tembus Sampai 1,5 Miliar, Ini Kata Kader Gerindra

METRO CIKARANG – Langkah tegas Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dipertayakan. Maklum saja, Pekan Raya Bekasi (PRB) 2019 yang idealnya menjadi hajat Pemda untuk memamerkan hasil kerja pembangunan ke masyarakat disalahgunakan.

Informasi yang dihimpun Onlinemetro.id, PRB 2019 yang bergulir hingga 29 September ini menyedot anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi senilai Rp 340 juta.

Tak cukup menghabiskan ‘duit rakyat’, panitia penyenggara atau Event Organizer serta organisasi perangkat daerah (OPD) ikut memanfaatkan momentum agenda tahunan tersebut.

Pertama, tiket masuk sebesar Rp 5 ribu jadi bancakan Dinas Pariwisata (Dispar). Pengunjing dewasa dan anak-anak diatas lima tahun wajib membeli karcis tersebut agar bisa menikmati jajanan kuliner hingga pameran inovasi serta layanan publik yang disuguhkan Pemkab Bekasi.

Kedua, pengunjung juga dipaksa bayar tiket parkir sebesar Rp 5 ribu. Di mana, parkir di Stadion Wibawa Mukti yang menjadi leading sector Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) itu fasilitas minim.

Tak hanya dua OPD yang menikmati aliran dana even terbesar di Bekasi itu, Keyza Pratama Kreasi (KPK) selaku panitia EO memungut biaya sewa stand.

Mulai dari pelaku UMKM atau pedagang dikenakan biaya Rp 3,5 juta per stand. Dengan jumlah 300 pelaku usaha yang hadir, panitia mampu meraup keuntungan Rp 1 mliar lebih.

Itu belum termasuk 30 stand OPD dan 23 kecamatan yang ikut berpartisipasi harus merogoh kocek lebih dalam. Soalnya, sewa stand dikenakan Rp 10 juta ketika dikalikan dengan 53 SKPD maka KPK ‘gadungan’ ini dapat Rp 530 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *