ANEH! Karawang Defisit Karena Boros Belanja Pegawai, Kok Dipangkas Belanja Pembangunan

METRO KARAWANG – Hampir setiap tahun Pemkab Karawang, Jawa Barat, langganan defisit angggaran. Alhasil, setiap penyusunan pos anggaran, pemkab selalu kepusingan memilah anggaran mana yang harus dicoret.

Tak jarang, justru pos anggaran yang menyentuh langsung dengan kepentingan masyarakat di instansi pemerintahan tertentu  justru yang kena pangkas. Pro-kontra pun tak bisa dihindari.

Direktur Karawang Budgeting Control, Ricky Mulyana menilai, cara seperti ini tidak cerdas karena Pemkab Karawang hanya cari gampangnya saja dengan cara memotong belanja pembangunan.

“Terkesan Pemkab Karawang tidak punya inovasi untuk menyelesaikan defisit anggaran dengan cara memangkas anggaran pembangunan. Kalau itu dilakukan, maka sudah 3 tahun berturut-turut kita mengalami defisit dan solusinya hanya pemangkasan anggaran. Kalau anggaran pembangunan dipangkas, yang korban itu masyarakat,” tegas Mulyana di Karawang, Minggu (22/9).

Menurut dia, ada yang salah dalam sistem perencanaan anggaran yang dilakukan pemerintah daerah saat ini. Sebab, target pendapatan selalu tak bisa terpenuhi karena dipatok terlalu tinggi, sementara kemampuan meraihnya tidak ada.

Hal lainnya adalah tidak adanya skala prioritas dalam membelanjakan anggaran karena porsi belanja pegawai lebih dominan ketimbang belanja modal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *