Tiap Desa ‘Telan’ Anggaran 300-400 Juta

METRO CIKARANG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III yang akan digelar tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Bekasi kini harus mulai menyiapkan anggaran yang cukup besar.

Sebab, berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades serentak 16 desa di wilayah Bekasi itu, diperkirakan bisa mencapai Rp 5 miliar

“Jadi ada 16 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi pada 18 Juni 2020,” kata Kabid Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Beni Yusnandar, di Kantor Diskominfo Pemkab Bekasi, kemarin (18/9).

Ia mengaku telah mengusulkan anggaran Rp 5 miliiar untuk Pilkades Serentak jilid dua ini.

“Kalau Pilkades Serentak 2018 lalu itu asumsi anggarannya Rp20 ribu untuk satu pengguna hak pilih setiap desa. Kalau 2020 kita usulkan menjadi Rp25 ribu per pengguna hak pilih setiap desa,” ungkap Beni.

“Jadi dari 16 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak 2020, masing-masing mendapat bantuan keuangan Rp300 juta sampai Rp400 juta,” sambung dia. 

Beni menuturkan sejumlah persiapan telah dilakukan. Misalnya seperti surat edaran bupati terkait tahapan, pembentukan panitia hingga pelaksanaan Pilkades Serentak 2020.

“Tahapan Pilkades Serentak dimulai bulan Januari 2020. Sedangkan pelantikan kepala desa terpilih pada 18 Juni 2020. Karena desa terakhir yang masa jabatannya berakhir adalah Desa Mangunjaya yaitu 20 Januari 2020. Jadi setelah tanggal itu, 16 desa secara serentak membentuk panitia Pilkades,” terang Beni.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, seharusnya ada 17 kepala desa yang  habis masa jabatannya pada tahun depan. Namun begitu, Desa Setia Asih mengajukan perubahan status menjadi kelurahan sehingga pilkadesnya ditiadakan.

“Hasil musdes 2018, Desa Setia Asih mengajukan ingin menjadi kelurahan. Maka pilkadesnya sesuai arahan bupati ditiadakan,” tandasnya.

Beni menambahkan pihaknya juga mengusulkan adanya revisi seleksi standar bakal calon kades.

“Ada tiga kriteria balon kades, yaitu pengalaman di pemerintahan, pendidikan dan usia,” ujar dia.

Misal, petahana petahana nilai plusnya adalah pengalaman di pemerintahan desa dan poinnya 100.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *