Peserta Mandiri Nunggak Ratusan Miliar, BPJS Kesehatan Ingatkan Hal Ini

Editor:

“Mereka kita tugaskan untuk peserta dengan umur tunggakan tertinggi pada bulan disaat dilakukan penagihan dan binaan. Untuk tunggakan bulan muda yang jumlah tunggakannya 5-7 bulan kita kirimi surat tagihan, telpon dan sms. Sekarang kita juga lagi mencetak spanduk yang akan disebar ke masyarakat sebagai pengingat dan imbauan untuk membayar iuran,” tambahnya.

Ia juga mengharapkan kerja sama  semua stakeholder untuk membantu BPJS Kesehatan  dalam proses pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan. Hal itu lantaran trend tunggakan peserta dari tahun ke tahun terus meningkat apalagi dengan masuknya peserta baru juga menambah jumlah premi.

“Kita sih inginnya ada ketegasan dari pemerintah misalnya kalau masuk sekolah harus bayar BPJS Kes atau ngurus SIM atau STNK harus lunas BPJS Kes. Tapi memang hingga saat ini belum ada regulasi sebagai syarat administrasi publik, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bergotong royong membayar iuran BPJS kesehatan,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat semakin membuka wawasan bahwa JKN ini gotong royong yang sehat membantu yang sakit. Dengan sistem premi gotong royong dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

“Diharapkan dengan gotong royong ini masyarakat jadi sehat dan harapan kita masyarakat bisa merubah mindset bahwa bayaran atau iuran itu bukan melegimitasi untuk terus sakit berobat ke RS atau klinik, tetapi kita mengharapkan meskipun bayar masyarakat lebih mendahulukan tindakan preventif,” terangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *