Demo ke BPN, Korban Gusur Dinilai Salah Alamat

METRO BEKASI – Kepala Subseksi Sengketa, Konflik, dan Perkara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi, Dandun Wibowo, menyebut bahwa aksi unjuk rasa warga korban gusuran Pekayon-Jakasetia di depan kantornya pada Rabu (11/9/2019) salah alamat.

Sebagai informasi, warga korban gusuran Pekayon-Jakasetia masih bertahan menuntut Kantor BPN Kota Bekasi menerbitkan surat blokir atas pendaftaran sertifikat tanah di lahan gusuran Pekayon-Jakasetia yang masih diperjuangkan warga sejak 3 tahun belakangan.

Surat itu untuk mencegah kepemilikan tiba-tiba atas lahan tersebut oleh suatu pihak ketika warga menempuh jalur hukum.

“Dasarnya apa kita blokir? Harusnya gugat, baru jadi dasar gugatan kalau buat kami melakukan blokir. BPN hanya bisa bergerak di lahan yang sudah didaftarkan sertifikatnya,” ujar Dandun.

Sementara itu, BPN telah merilis data bahwa lahan gusuran Pekayon-Jakasetia sampai saat ini tidak dimiliki siapa pun. Pemerintah Kota Bekasi yang menggusur rumah-rumah warga di situ pada 2016 pun bukan pemilik tanah. Sedangkan, warga menguasai lahan itu sudah lebih dari 20 tahun dan rutin membayar tagihan listrik dan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *