Gadai SK Menular di Dewan Baru Bekasi

Penghuni DPRD Bekasi Ramai-Ramai Jadikan Agunan Kredit

CIKARANG PUSAT – Fenomena gadai surat keputusan (SK) pengangkatan anggota DPRD menular ke Kabupaten Bekasi. Belum genap sebulan dilantik, sejumlah penghuni legislatif Bekasi berniat menggadaikan SK pengangkatan mereka sebagai wakil rakyat demi mengambil uang segar ratusan juta di bank melalui kredit pinjaman.

Hal tersebut diakui Sekretariat DPRD Bekasi Ahmad Kosasi. Kata dia, baru-baru ini ada keinginan dari sejumlah anggota dewan untuk mengajukan kredit di Bank Bjb. Terhadap niat itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan bank daerah dimaksud.

“Belum tahu apakah semua. Yang jelas ada beberapa orang yang sudah ingin mengajukan kredit. Setahu saya baru ada dua yang diteken,” kata dia, kemarin.

Kosasih melanjutkan tak menutup kemungkinan aksi gadai SK diikuti wakil rakyat lain. Sejumlah legislator itu telah meminta agar dibuat surat permohonan peminjaman dari Sekretariat DPRD.

Ia pun enggan menyebut siapa anggota DPRD yang telah menjaminkan SK-nya.

”Jadi sudah ada yang meminta administrasi untuk menjaminkan SK untuk mendapatkan pinjaman. Kami hanya memfasilitasi saja,” imbuh Kosasih.

Artinya, kata dia, dirinya sebagai pejabat yang berwenang memberi  pengantar tentang daftar gaji. Sehingga pihak bank pun menyetujui kredit tersebut.

“Saya hanya membenarkan yang bersangkutan menerima gaji setiap bulannya,” tukas dia.

Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan penggadaian SK ke bank merupakan hal wajar bagi anggota Dewan yang baru dilantik. Sebab, mereka memiliki tanggungan semasa kampanye.

“Dewan kan sehabis kampanye utangnya banyak, kebetulan difasilitasi, diperbolehkan, BJB mempermudah itu. Cuma masalahnya ada yang mau pakai atau nggak,” kata Daddy via telepon seluler, kemarin (10/9).

Dia mengaku pada periode sebelumnya 2014-2019 menggadaikan SK ke Bank BJB untuk beberapa keperluan, termasuk utang kampanye. Untuk periode keduanya ini, Daddy mengaku akan kembali mengajukan kredit ke bank.

“Saya dulu pakai, sekarang insyaallah pakai lagi. Ya kan itu dimudahkan untuk bayar utang,” ungkap kader Gerindra ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *