Idealnya Satu TPSS Tiap Desa

DLH tak Sanggup Bangun PLTSa Mandiri

METRO CIKARANG – Keberadaan sampah-sampah liar di Kabupaten Bekasi kian mengkhawatirkan dan seolah menjadi bom waktu.

Wacana pengadaan Tempat Pembuangan Sampah Sementera (TPSS) di setiap desa pun semakin bergulir. 

Wakil Ketua OKK Karang Taruna Kabupaten Bekasi,  Acep Juandi menilai rencana perluasan TPA Burangkeng sejatinya bukan solusi untuk mengatasi permasalahan sampah. 

“Saya dari awal menolak keras perluasan TPA Burangkeng. Itu bukan solusi mau diluasi enam ribu hektar juga akan penuh.  Harus ada peraturan daerah agar setiap desa atau ecamatan harus punya TPS sementara,” tegas dia..

Pria yang akrab disapa Leo ini menjelaskan jika pembuangan sampah di 23 kecamatan hanya difokuskan di Desa Burangkeng tidak akan mengurangi keberadaan sampah sampah liar. 

“Setiap desa dan kecamatan itu,  harus punya komitmen yang sama untuk menanggulangi sampah.  Jangan hanya memberikan beban untuk Kecamatan Setu,” ketus dia. 

Leo meyakini dengan pengelolaan TPSS yang profesional dan memisahkan antara sampah organik dan nonorganik akan membuat volume sampah liar di Kabupaten Bekasi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *