Sekolah Ibu, Inovasi Pemkot Bogor Tekan Kasus KDRT dan Perceraian

METRO JAKARTA – Maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian di Kota Bogor, Jawa Barat mendorong pemerintah di Kota Hujan itu mendirikan Sekolah Ibu. Inovasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seorang ibu dalam melaksanakan perannya.

Peserta Sekolah Ibu mengikuti 20 pertemuan dan mendapatkan materi sebanyak 18 modul yang disusun oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama tim ahli Institut Pertanian Bogor (IPB).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menerangkan, lahirnya Sekolah Ibu adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap permasalahan sosial, terutama yang melibatkan keluarga.

“Dengan sekolah ibu ketahanan keluarga akan lebih baik, fungsi keluarga akan berjalan dengan maksimal,” ungkap Bima, dalam tahapan Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Senin (9/9).

Sekolah nonformal ini, sambung dia, untuk meningkatkan peran ibu sebagai seorang istri bagi suami. Karena ibu sebagai pendidik pertama dan utama bagi anaknya, dan ‘manager’ keuangan bagi keluarga.

Peran lain yang dikuatkan adalah peran ibu sebagai seorang dokter dan psikolog bagi anggota keluarga, sebagai konselor gizi bagi keluarganya, serta sebagai fasilitator dan mediator bagi anggota keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *