Kampus Megah Itu Kini Mencekik Mahasiswanya

Tim Saber Pungli Diminta Usut Universitas Pelita Bangsa

METRO CIKARANG – Perubahan manajemen Kampus Pelita Bangsa menjadi univeristas malah makin amburadul.

Buktinya, banyaknya uang yang harus dikeluarkan mahasiswa sebagai dalih biaya migrasi data perguruan tinggi menjadi universitas.

Tak tanggung-tanggung, ratusan mahasiswa menggeruduk Universitas Pelita Bangsa yang berlokasi di Jalan Kalimalang, kemarin (8/9). Mereka berorasi dan meminta rektor segera melakukan perbaikan secara menyeluruh di kampus karena dianggap merugikan mahasiswa.

Di antaranya, uang biaya migrasi serta buruknya fasilitas kampus dan pelayanan kepada mahasiswa.

Pantauan Cikarang Ekspres di lokasi, massa berbaju almamater biru memenuhi parkir Universitas Pelita Bangsa. Satu mahasiswa memakai pakaian pocong  berbalut uang yang menandakan matinya hati nurani kampus yang terkenal dengan jargon Megah dan Tak Mahal itu.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT, Fakhri Pangestu mempertanyakan dasar biaya migrasi senilai Rp 500 ribu per mahasiswa tersebut. Karena menurut dia, pendidikan sejatinya memanusiakan manusia.

“Seharusnya kalau sudah ada label  universitas bisa lebih dewasa dalam mengambil kebijakan yang sifatnya untuk kepentingan mahasiswa. Ini malah merugikan mahasiswa dengan banyaknya embel-embel yang harus dikeluarkan,” tegas dia kepada koran harian ini, kemarin (8/9).

Adapun embel-embel tersebut, di antaranya biaya admin untuk setuap transaksi e-campus senilai Rp 5.000, biaya seminar bertahap Rp 100.000, biaya asuransi Rp 25.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *