Loloskan Caleg Miliki KTA Ganda Sampai Dilantik, Bawaslu Subang Bisa Dipidana

METRO SUBANG – Lima komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Subang terancam pidana. Ya, mereka diduga melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang membiarkan calon legislatif (caleg) miliki kartu tanda anggota (KTA) ganda dari partai berbeda lolos tanpa pengawasan hingga dilantik dan diambil sumpah jabatan pada Rabu (4/9) kemarin.

Dia adalah Tatang Kusnandar, anggota DPRD Kabupaten Subang Periode 2019-2024 dari Partai Amanat Nasional (PAN) dengan KTA PDIP dan PAN.

Informasi yang dihimpun Metro Subang, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik Bawaslu Subang pada 19 Agustus 2019 lalu.

Kelima komisioner itu antara lain adalah Ketua Bawaslu Kabupaten Subang Parrahutan Harahap serta empat anggotanya, yaitu Juju Juhairiah, Jecky Johari, Imanudin dan Cucu Kodir Jaelani.

Kelimanya menjadi Teradu dalam perkara Nomor 196-PKE-DKPP/VII/2019 yang diadukan oleh Sri Rahayu Sugiharti yang memberi kuasa kepada M. Irwan Yustiarta.

Kuasa Hukum Penggugat, Irwan Yustiarsa, SH, MH, secara lugas menegaskan bahwa sidang yang dipimpin oleh Ida Budiarti mengenai keanggotaan ganda sekarang tengah diproses DKPP dengan sidang terakhir pada 19 Agustus 2019 lalu. 

“Dan ini belum inkrah, posisi kita masih menunggu keputusan dari DKPP. Bahkan menjelang persidangan, bersangkutan masih terdata di partai lama itu dibuktikan oleh kesaksian secara tertulis Wakil Ketua PDIP Edi Sapran,” tegas dia, Jumat (6/9).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *