Banyak Untung Pakai Gas Si ‘Pink’, Begini Kata Pengusaha Kuliner Subang

METRO SUBANG – Siapa yang tak suka makan cemilan peyek? Makanan ringan nan gurih ini disukai oleh hampir semua kalangan. Satu di antaranya Rempeyek Nolly, yang bahkan kemasyurannya sempat menjadi langganan hingga Istana Presiden.

Pemilik Rempeyek Nolly Oyot Titin Januasih mengaku kini memiliki waktu lebih luang, sehingga bisa fokus mengawasi produksi dan meningkatkan penjualannya. Karena menurut dia, tak perlu repot mencari-cari pasokan gas LPG subsidi untuk proses memasak peyeknya.

“Bright Gas mudah didapat dan diantar,”kata Hj. Oyot, Jumat, (6/9) pagi.

Awalnya dia menggunakan LPG subsidi 3 kilogram (Kg). Di mana, dalam sebulannya butuh 30 tabung melon. Kini, Hj Oyot telah menukar tabung-tabungnya tersebut menjadi Bright Gas 5,5 KG.

“Malu saja kan LPG 3 Kg untuk masyarakat miskin, saya kan pengusaha,” kata dia sembari tersipu.

Hj Oyot tak sendiri. Setidaknya terdapat 3 pengusaha kuliner lain yang mengikuti jejaknya untuk move on ke produk gas non subsidi. Yakni, Rumah Makan Mang Yeye, Rumah Makan Warung Nangka, serta Warung Timbel Kesohor.

H. Dian, pemilik RM Warung Nangka mengaku bangga sudah bisa menggunakan LPG Non Subsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *