Warga Ikrar Setia ke Pancasila

Editor:

Belum lagi budaya gotong royong di masyarakat yang itu juga wujud dari nilai Pancasila. 
“Pancasila digali dari buminya Indonesia. Mutiara-mutiara Pancasila itulah cerminan masyarakat kita. Pancasila bukan impor dari luar,” kata dia.
Selain itu, Pancasila adalah solusi, jalan keluar bagi keanekaragaman yang ada di Indonesia.

 “Pancasilalah yang menyatukan kita semua yang berbeda-beda ini,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), Hasto Atmojo mengatakan, bahwa lembaganya juga dibentuk didasari nilai-nilai Pancasila.

“Dasar pendirian LPSK adalah kemanusiaan dan keadilan sosial dan itu adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata dia.
Hasto lantas bercerita tentang perjalanan LPSK yang menurutnya terbentuk seiring reformasi 1998. Di mana reformasi mendorong masyarakat sipil menguat. 

“LPSK terbentuk ketika reformasi mendorong menguatnya posisi masyarakat sipil,” kata dia.
LPSK menurut Hasto berkomitmen menegakan hak asazi manusia dan sesuai dengan semangat pendirian lembaga yang ia pimpin.
“Kita konsisten menegakan hak-hak asazi manusia dengan memberlakukan perlindungan kepada saksi atau korban kejahatan,” tandasnya.

Sedangkan menurut Pengamat Politik, Karyono Wibowo mengatakan, bahwa Pancasila hari ini dikepung oleh dua ideologi besar. Pertama ideologi neokolonialisme dan radikalisme agama. 
Khusus untuk radikalisme terbagi menjadi dua. Pertama yang sifatnya statis, artinya hanya sebatas pada pemikiran. Kedua yang sifatnya desduktrif, yang sudah pada tahap aksi hingga menghalalkan kekerasan.
“Data-data yang ada menggambarkan adanya ideologi radikal di Indonesia. Bahkan sejumlah kampus negeri hingga PNS terpapar paham radikal,” kata dia.

Selain itu radikalisme yang muncul di negara Indonesia kerap ditunggai kepentingan politik di dalamnya.
Dan problem utama hari ini, masyarakat kurang dari sisi literasi. 
“Kita kurang dalam literasi sehingga masyarakat kita gampang terjebak pada simbol-simbol kegamaan,”ungkapnya.

(dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *