Pengurus RW Mustika Grande Bentuk Rumah Yatim

SETU– Satu gagasan sederhana apabila mendapat dukungan segenap orang akan menjadi sebuah gerakan besar dan teratur. Warga Perumahan Mustika Grande membuktikannya. 

Pengurus RW perumahan yang terletak di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu itu, menggulirkan program bernama Rumah Yatim. Persis 1 Muharram 1441 ini, gerakan tersebut mencapai usia 4 tahun. 

Tujuan program itu sederhana, yakni menyantuni anak-anak yatim di kawasan Mustika Grande. Per 2019, jumlah anak yatim terhitung 96 orang. Padahal ketika Rumah Yatim resmi berdiri pada 2015, jumlah anak yatim masih 36 orang.

Ketua Rumah Yatim Elwani Eprianto menjelaskan pada awal gagasan terbentuk, semua RT di Mustika Grande menyabut baik. Di sana total ada 18 RT, dan 1 RW.

“Kita buat mekanismenya, bagaimana dananya, akhirnya setuju. Sumber dana santunan masing-masing KK sebesar Rp2.000. Waktu itu ada 1.800 KK jadi tiap bulan Rp3,6 juta. Satu anak kita kasih Rp100 ribu per bulan,” katanya Elwani di acara Peringatan Tahun Baru Islam dan HUT RI di RT 003 Mustika Grande, Sabtu (31/8) kemarin.

Dari tahun ke tahun jumlah anak yatim bertambah, oleh karena itu pengurus Rumah Yatim menggulirkan program Sisihkan Uang Receh (Sirec). Jadi, tiap Ketua RT diamanahkan sebuah celengan yang diedarkan satu per satu kepada warganya pada pekan pertama tiap bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *