Nyambi Jadi Kurir Sabu, Driver Ojek Online Bekasi Diciduk

CIKARANG UTARA – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi berhasil meringkus dua pengedar sabu dan ganja di dua lokasi berbeda. Pertama atas nama Nurhamzah (35) di Kampung Mekar Sari Tengah, Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan dan Prihantoro (47) diamankan di Perumnas 3 Blok 4 RT03/RW15, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (8/8).

Berdasarkan pengakuan Prihantoro, ia mengaku nekat nyambi jadi kurir narkoba untuk biaya hidup. Karena menurut Prihantoro, penghasilan dari ojek online kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun begitu ia tidak mau mengaku hasil upah dari kurir tersebut.

“Saya dapat dari orang Ciledug. Baru dua kali saya begini. Sehari-hari saya kerja jadi tukang ojek online,” tutur dia.

Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Luthfi Sulistyawan mengatakan penangkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang mengatakan seringnya terjadi transaksi narkotika di wilayah Tambun Selatan. Polisi kemudian melakukan investigasi dan menangkap Nurhamzah di Tambun Selatan.

“Jadi berawal dari informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi yang kemudian didalami dan bisa diungkap bahwa kedapatan 1 orang dengan barang bukti 1 gram sabu,” ucap dia, Kamis (29/8).

Setelah diinterogasi, Nurhamzah mengaku menyimpan sejumlah narkotika di rumahnya di Kampung Mekar Sari Tengah, RT03/RW13, Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan.

“Lalu, Polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan akhinya menemukan 1 klip bening berisi sabu dengan berat 46 gram yang disimpan di sebuah kotak,” ucapnya.

Nurhamzah juga mengakuia bahwa barang haram itu berasal dari Prihantoro (47). Kemudian, polisi menangkap P di Jalan Sumatra Raya Perumnas 3 Blok 4 RT03/RW15, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu 18 Agustus 2019 dan menggeledah rumahnya di Jalan Masjid Ikhlas Nomor 17 RT05/RW02, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika tersangka masih menyimpan narkotika lainnya di rumah kontarakannya yang berada tidak jauh dari lokasi penangkapan,” jelasnya. Akibat perbuatannya kedua tersangka terancam dijerat Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 111 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda sebesar Rp10 miliar. (har/hyt)   Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

CIKARANG UTARA – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi berhasil meringkus dua pengedar sabu dan ganja di dua lokasi berbeda. Pertama atas nama Nurhamzah (35) di Kampung Mekar Sari Tengah, Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan dan Prihantoro (47) diamankan di Perumnas 3 Blok 4 RT03/RW15, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (8/8).

Berdasarkan pengakuan Prihantoro, ia mengaku nekat nyambi jadi kurir narkoba untuk biaya hidup. Karena menurut Prihantoro, penghasilan dari ojek online kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun begitu ia tidak mau mengaku hasil upah dari kurir tersebut.

“Saya dapat dari orang Ciledug. Baru dua kali saya begini. Sehari-hari saya kerja jadi tukang ojek online,” tutur dia.

Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Luthfi Sulistyawan mengatakan penangkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang mengatakan seringnya terjadi transaksi narkotika di wilayah Tambun Selatan. Polisi kemudian melakukan investigasi dan menangkap Nurhamzah di Tambun Selatan.

“Jadi berawal dari informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi yang kemudian didalami dan bisa diungkap bahwa kedapatan 1 orang dengan barang bukti 1 gram sabu,” ucap dia, Kamis (29/8).

Setelah diinterogasi, Nurhamzah mengaku menyimpan sejumlah narkotika di rumahnya di Kampung Mekar Sari Tengah, RT03/RW13, Desa Mekar Sari, Kecamatan Tambun Selatan.

“Lalu, Polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan akhinya menemukan 1 klip bening berisi sabu dengan berat 46 gram yang disimpan di sebuah kotak,” ucapnya.

Nurhamzah juga mengakuia bahwa barang haram itu berasal dari Prihantoro (47). Kemudian, polisi menangkap P di Jalan Sumatra Raya Perumnas 3 Blok 4 RT03/RW15, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu 18 Agustus 2019 dan menggeledah rumahnya di Jalan Masjid Ikhlas Nomor 17 RT05/RW02, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika tersangka masih menyimpan narkotika lainnya di rumah kontarakannya yang berada tidak jauh dari lokasi penangkapan,” jelasnya. Akibat perbuatannya kedua tersangka terancam dijerat Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 111 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda sebesar Rp10 miliar. (har) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *