oleh

Kaltim Masuk Lima Besar Kasus Kebakaran

JAKARTA – Potensi kebakaran hutan dan lahan calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur (Kaltim) tergolong tinggi.

Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (30/8).

Menurutnya, Kaltim masih berada pada peringkat kelima dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 4.430 hektare dari 34 provinsi di Indonesia.

Sedangkan peringkat pertama kasus karhutla adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan total luas 71.712 hektare berdasarkan data per Juli 2019. 

Hal itu menjadi kajian yang akan menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat dan tentunya pemerintah daerah dan segala unsur yang terkait.

“Kaltim ini peringkat kelima se-Indonesia. Kasus terparah ada di NTT,” kata Agus.

Diketahui bersama, Karhutla Monitoring Sistem di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) mencatatkan angka kebakaran hutan Kaltim masuk lima besar.

Kebakaran tertinggi justru terjadi di Kalimantan Barat dengan 2.578 hektar. Kemudian diikuti oleh Kalimantan Tengah dengan 1.103 hektar dan Kalimantan Selatan dengan 590 hektar.

Barulah Kalimantan Timur 136 hektar dan Kalimantan Utara 40 hektar. Jika dibandingkan dengan daerah lain, luas areal hutan yang terbakar di daerah ini memang masih kalah dibandingkan kebakaran hutan di Riau yang mencapai 5.345 hektar sepanjang 2015. (hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *