Astra Daihatsu Narogong Ajak Penyandang Thalasemia Berlibur

Editor:

Dalam kesempatan itu, Aji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya perusahaan untuk memutus mata rantai penyebaran Thalassaemia di Indonesia. Sosialisasi sengaja diberikan kepada para pelajar yang belum menikah. 

Pasalnya, Thalassaemia merupakan kelainan darah yang disebabkan oleh faktor genetik dan terjadi akibat pernikahan antar pembawa gen Thalassaemia.

“Melalui sosialisasi ini generasi muda bisa tahu mengenai Thalassaemia, setelah tahu selanjutnya bisa menginformasikan kepada orang-orang disekitarnya,” ujar Aji.

Menurut Aji, sosialisasi kali ini merupakan pelaksanaan tahun kelima yang dihelat oleh Daihatsu Narogong. SMK Teratai Putih Global 4 Bekasi sengaja dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena sekolah ini telah menjalin kerja sama cukup lama dengan perusahaan.

“Dengan kerja sama yang sudah terjalin ini, kami mempunyai kewajiban secara moral untuk memberikan edukasi tentang thalassaemia kepada siswa supaya penderitanya tidak bertambah,” katanya. 

Berdasarkan data POPTI, jumlah penderita Thalassaemia di Jawa Barat tertinggi, mencapai angka 42 persen dari total penderita Thalassaemia di Indonesia. Untuk menekan penderita Thalassaemia, Astra Daihatsu juga menghelat screening gratis bagi 100 orang, terdiri dari pelajar dan karyawan perusahaan.

“Screening ini meliputi pemeriksaan darah untuk mengetahui seseorang memiliki pembawa sifat Thalassaemia atau tidak. Ketika sudah diketahui pembawa sifat, maka mereka tidak boleh menikah dengan pembawa sifat juga supaya anaknya tidak terkena thalassaemia,” tukasnya.

(dim/tom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *