Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan, Habiskan Biaya 485 triliun

Editor:

Pihaknya, lanjutnya, sudah melakukan kajian. Masing-masing wilayah memiliki kekurangan maupun kelebihan. Bappenas juga melakukan verifikasi terhadap apa yang disampaikan masing-masing gubernur. 

“Terkait kajian yang dilakukan, semua bergantung pada presiden di mana lokasinya. Kajian masih lebih kepada keseluruhan kemungkinan lokasi. Kalau nanti sudah ditetapkan, baru akan dikaji lebih dalam lagi lokasi tersebut,” beber Rudy. 

Sementara untuk skema pembiayaan, sumber dana berasal dari APBN ataupun kerja sama pemerintah pusat dengan berbagai pihak, seperti badan usaha atau swasta. Banyak yang bisa dikerjasamakan dengan swasta ataupun badan usaha.

“Makanya waktu kita desain nanti akan disiapkan juga financial investment. Ibu kota ini potensinya banyak, misalnya sistem transportasi. Bisa nanti mass rapid transit (MRT) atau light rail transit (LRT) ditawarkan ke swasta, seperti itu mereka nanti yang menghitung,” jelasnya. Biaya yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota negara, berdasarkan hitungan kasar, bisa mencapai Rp 485 triliun. 

“Ini masih hitungan kasar tiga wilayah, belum tahu yang mana. Tapi nanti kalau sudah ditetapkan baru didalami lagi. Kemungkinan ini apabila dipindahkan ke seluruh lokasi tersebut. Sementara kalau tidak seluruhnya, anggaran bisa lebih kecil lagi,” pungkasnya. (pro/hyt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *