Tak Serahkan Fasum-Fasos Karena Tak Kantongi Sertifikat, Mustika Grande Terancam Denda 2 Miliar

SETU – Polemik pengembalian fungsi fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) mikik PT Budi Mustika -pengembang perumahan Mustika Grande- belum menemui titik terang.

Soalnya, perumahan berpusat di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi itu diduga tak kantongi sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertamanan ( DPRKPP) Iwan Ridwan lewat stafnya Rina di Pemda Pemkab Bekasi, kemarin (21/8).

Menurut dia, saat ini masih menunggu tindak lanjut penyerahan fasum dan fasos perumahan Mustika Grande yang dikelola PT Budi Mustika. Mengingat, serah terima fasum dan fasos milik pengembang belum lengkap.

“Jadi begini ya, itu sudah sempat mengajukan bertahap tapi belum selesai. Karena ke kami harus sertifikat, tapi sampai sekarang sertifikat yang 40 persen belum selesai. Hingga saat ini PT Budi Mustika belum ada tindak lanjut lagi,” ungkap Rina.

Rina secara lugas menegaskan bahwa pengembang harus menyerahkan fasum dan fasos dalam bentuk sertifikat untuk diserah terimakan dari nama pengembang ke Pemkab Bekasi.

“Kendalanya sertifikat di BPN. Kita masih menunggu mau meneruskan atau tidak,” bilangnya.

Artinya, sambung Rina, untuk penyerahan fasum dan fasos itu pembangunan perumahan harus sesuai site plan awal. Selain itu fasos-fasum juga dalam keadaan baik

“Dari jalan, drainase dan lampu harus dalam kondisi baik sesuai site plan,” ucap dia.

Rina mengimbau bagi para pengembang hunian di Kabupaten Bekasi agar menyerahkan fasum dan fasos ke pemda. Hal itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) yang diterbitkan DPRD dan Bupati Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *