Aliansi BEM Bekasi-Satpol PP Bentrok

Editor:

Selain itu, sambung Fahri, sejumlah perangkat aksi pun menjadi sasaran oknum Satpol PP hingga mengalami kerusakan.

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Kadarudin menilai kerusuhan aksi merupakan hal yang wajar. “Karena kita ketahui mahasiswa juga masih muda, dan satpol PP pun orangnya masih jiwa muda semua. Jadi wajar, keduanya mudah terbakar emosi,”ucapnya.

Meski begitu, ia memastikan akan bertanggungjawab atas kerusakan toa. Kadarudin juga berjanji akan kembali membina para anggotanya agar tidak mudah tersulut amarah dalam pengamanan aksi.

“kita akan bina kembali anggota kita, agar setiap pengamanan aksi tidak ada lagi kekerasan dalam unjuk rasa,”tegasnya.

Diketahui dalam aksi tersebut, mahasiswa yang mengatasnamakan BEM se-Kabupaten Bekasi membawa lima tuntutan, yakni yang pertama, persoalan yang masih terus dirasakan bagi masyarakat Kecamatan Cibarusah, soal kekeringan, pencemaran lingkungan, pungutan Liar (pungli), pengangguran, dan dorongan Peraturan Bupati bagi kendaraan besar untuk mengurai kemacetan. (tom/ugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *