UPTD-Pemdes Lempar Tanggung Jawab

Editor:

“Saya juga tahunya dari berita. Ini kita mau nge-cek UPTD,” kata dia.

Soal keberadaan pelapak, Ali mengaku  tidak pernah mengeluarkan ijin ke mereka berbisnis di wilayah TPA Burangkeng.  “Engga bang. Itu tanya aja UPTD,”paparnya.

Diketahui bersama, ceceran sampah impor ditemukan di sekitaran luar wilayah TPAS Burangkeng. Ceceran sampah plastik impor itu ditemukan di lahan warga. Luas lahan pelapak itu berdampingi dengan sawah milik warga.

Pemuda Desa Burangkeng, Mandra Putra mengaku kaget dengan adanya temuan sampah plastik impor itu. Warga menolak kehadiran sampah plastik impor itu.

“Saya harap siapa yang bermain membuang sampah plastik impor itu diungkap. Karena sudah meresahkan, bayangkan menangani sampah di Kabupaten Bekasi pemerintah tidak sanggup. Ini ditambah sampah dari luar,”paparnya.

Mandra mengatakan sampah plastik impor hanya diperbolehkan untuk kepentingan industri, “Sampah impor itu diperbolehkan untuk kepentingan industri. Perusahaan yang mengimpor yang harus mengolahnya. Tidak boleh diperjual belikan. Ini kan pasti ada yang bermain dengan sampah plastik impor itu,”kata Mandra.

Mandra menyebut adanya sampah plastik impor dikhawatirkan dapat merusak lingkungan di Desa Burangkeng. “Sampah plastik impor hanya menguntungkan segilintir orang namun merugikan ribuan masyarakat Burangkeng,”tuturnya. (dim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *