Kali ‘Jajahan’ Bupati Eka Ikut Tercemar Limbah

**Camat Cikut Kirim Surat-Aktivis Lingkungan Pilih Somasi DLH Bekasi

CIKARANG UTARA – Kabupaten Bekasi darurat pencemaran sungai. Terbukti, sunga-sungai atau kali yang ada di wilayah Bekasi yang tercemar limbah  terus bertambah tanpa ada penangan serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

Kali ini giliran Kali Ulu yang berada di Kecamatan Cikarang Utara (Cikut). Sungai yang melintasi sekitar tiga desa yaitu Desa Waluya, Desa Karang Raharja dan Desa Karang Asih itu sangat meresahkan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun Cikarang Ekspres, masyarakat sekitar  kampung sungai Kali uluh, Desa Karang Raharja Kecamatan Cikut termasuk penghuni  perumahan Grand Cikarang City merasa terganggu dengan bau busuk sampah, serta kali yg tercemar yang diduga dari limbah pabrik.

Menariknya, Kali Ulu merupakan daerah jajahan Bupati Eka Supria Atmaja saat menjadi Kepala Desa Waluya.

Bahkan Camat Cikut, Mukhlis pun telah mengirimkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada 26 Juni 2019 dengan nomor surat 300/357/VI/ Trantib.

Ridwan, warga Desa Karang Raharja mengaku khawatir akan bau semerbak air Kali Ulu. 

“Ini Kali Ulu sudah hitam menyengat juga bau banget bang. Jelas kami terganggu,” kata dia, kemarin (6/8).

Ridwan melanjutkan, pihak desa sudah menyampaikan Kali Ulu yang diduga tercemar limbah ke pihak kecamatan agar bisa ditindaklanjuti pemda khusunya dinas terkait. 

“Pejabat dinas jangan tunggu laporan dong, cek ke lapangan. Mana saja kalo yang tercemar, kan itu tugas mereka,” ketus dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *