Perluas Tenaga Kerja Lokal Solusi Nyata Tekan Pengangguran

Eka Supria Atmaja resmi menjadi Bupati Bekasi periode 2017-2022 pada Rabu (12/6) silam.  Tegline Eka ketika dilantik adalah Bekasi Baru, Bekasi Bersih. Semangat perubahan pembangunan itu merujuk visi misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2017-2022.

Satu di antara janji kerja Eka adalah persoalan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk ketenagakerjaan, ekonomi kreatif, pelayanan publik. 

Mengawali catatan akhir pekan ini, redaksi coba mengupas janji kerja bidang Ketenagakerjaan. What wrong dengan tenaga kerja kita? 
Perlu diketahui bersama, Pemkab Bekasi  sangat berkomitmen penyerapan tenaga kerja lokal alias pribumi. 

Satu gebrakan yang cukup ampuh dilakukan Eka Supria Atmaja adalah komunikasi langsung atau biasa dikenal dengan istilah door to door ke sejumlah kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Di mana, delapan kawasan industri yang ada wajib menerima 30 persen warga lokal sebagai tenaga kerjanya.

Namun harus dipahami bahwa serapan tenaga kerja lokal berkorelasi dengan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Hal itu pun ternyata sudah diantisipasi Eka dengan menyiapkan pelatihan hingga regulasi yang langsung berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Tak harus mematok 100 hari kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *