Kebakaran Hutan Riau Terjadi Tiap Tahun, Kepala BNPB Doni; Jangan Sampai Seperti Tahun 2015

PEKANBARU – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak dan mengimbau semua komponen untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karthutla) di wilayah Riau. Hal itu dilakukan sebelum berkunjung ke wilayah Desa Sungai Tohor, Kabupaten Meranti, Riau pada Jumat (2/8).

Doni mengingatkan kembali bahwa pencegahan secara maksimal jauh lebih baik dan efektif daripada pemadaman. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Menurutnya, apabila sudah terjadi kebakaran, dampak yang besar akan mempengaruhi segala aspek kehidupan baik sosial, kesehatan, maupun keamanan.

Di samping itu, Doni yang didampingi Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan perlunya pemerintah hadir di tengah masyarakat. “Rajin ini perlu ada kemauan keras untuk pejabat daerah, untuk turun ke masyarakat dan bahkan tidur di tengah masyarakat,” ujar Doni di Media Center Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla, Pekanbaru.

“Temuilah rakyatmu, hiduplah bersama mereka. Mulailah dengan apa yang mereka miliki.”bilangnya.

Doni juga mengimbau masyarakat Riau untuk tergerak hatinya dalam permasalahan karhutla ini. Dampak sangat besar akibat asap karhutla yang terjadi setiap tahun, di mana kasus kenaikan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) jangan seperti pada tahun 2015 lalu.

“Energi sebagai bangsa jangan hanya tersedot untuk urusan kebakaran hutan dan lahan saja.”

Doni yang didampingi juga Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead melakukan kunjungan dengan tujuan mengajak semua elemen baik Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan media massa untuk saling mengingatkan bahaya karhutla. Bencana yang marak terjadi akibat ulah manusia tidak hanya merugikan manusia tetapi juga ekosistem alam Riau. Doni menegaskan bahwa urusan karhutla merupakan urusan kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *